
| Petugas PLN sedang melakukan revitalisasi sistem Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) di Gardu Induk secara intensif, dengan memastikan seluruh teknisi dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) dan helm keselamatan untuk memperbarui serta mengoptimalkan komponen panel pengendali demi mewujudkan pemantauan jaringan secara real-time, akurat, dan andal.(FOTO/DOK/PLN) |
energikita.id — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Barat terus memperkuat keandalan dan kualitas pelayanan kelistrikan bagi masyarakat. Langkah strategis ini diwujudkan melalui revitalisasi sistem Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) 20 kV pada Gardu Induk (GI) Singkawang dan GI Senggiring pada Sabtu (22/08/2026).
Revitalisasi ini merupakan pilar penting dalam memperkuat sistem pengawasan dan pengendalian jaringan listrik tegangan menengah 20 kV. Dengan pembaruan teknologi SCADA yang lebih modern, pemantauan kondisi jaringan kini dapat dieksekusi secara lebih cepat, akurat, dan terintegrasi langsung dari pusat kendali.
SCADA memegang peranan krusial dalam optimalisasi operasional kelistrikan. Sistem ini memungkinkan operator memantau kondisi peralatan dan jaringan secara real-time, sehingga indikasi gangguan maupun parameter operasi dapat terdeteksi lebih dini. Hal tersebut secara langsung bermuara pada percepatan pengambilan keputusan serta efisiensi penanganan gangguan di lapangan.
Manajer PLN UP2D Kalimantan Barat, Prisma Asmara Yudha, menegaskan bahwa revitalisasi ini merupakan bentuk komitmen berkelanjutan PLN dalam mendongkrak keandalan distribusi serta mempercepat respons tanggap darurat jaringan.
”Revitalisasi SCADA 20 kV di GI Singkawang dan GI Senggiring merupakan langkah nyata kami dalam memperkuat sistem monitoring dan pengendalian jaringan. Dengan teknologi yang lebih andal, operator dapat memitigasi dan mengambil keputusan secara efektif guna menghadapi potensi gangguan,” ujar Prisma.
Senada dengan hal tersebut, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Barat, Maria G.I. Gunawan, menyampaikan bahwa peningkatan keandalan sistem kelistrikan merupakan wujud dedikasi PLN untuk menghadirkan pelayanan prima bagi masyarakat Kalimantan Barat.
”PLN konsisten memastikan keandalan sistem kelistrikan melalui penguatan infrastruktur dan pemanfaatan teknologi digital. Integrasi sistem ini mendukung pengawasan dan pengendalian yang lebih responsif,” ungkap Maria.
Melalui revitalisasi SCADA 20 kV di GI Singkawang dan GI Senggiring, PLN optimis efektivitas pengawasan jaringan akan meningkat signifikan. Ketersediaan data yang cepat dan akurat menjadi landasan utama bagi petugas dalam menjaga kontinuitas operasi jaringan distribusi.
Inisiatif ini selaras dengan visi transformasi digital PT PLN (Persero) dalam menjawab tantangan operasional serta ekspektasi pelanggan yang dinamis. Melalui perpaduan antara keunggulan teknologi, profesionalisme sumber daya manusia, dan penguatan infrastruktur, PLN UID Kalbar terus berkomitmen menghadirkan pasokan listrik yang andal, aman, dan berkualitas demi menunjang aktivitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat.(*)
